Tindakan

Test Rabies: Perbedaan antara revisi

Dari Infokawan

1zainal (bicara | kontrib)
Sa (bicara | kontrib)
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(34 revisi perantara oleh 2 pengguna tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
__NOTOC__
{|
|-
![[Berkas:6a00d834522f2b69e2017615b03eff970c-800wi.png|250x250px|nirbing|pus|link=#Apakah_Rabies_itu_.3F|al=]]
====='''Apakah Rabies itu?'''=====
![[Berkas:Penyebab.jpg|250x250px|nirbing|pus|link=#Apakah_Rabies_itu_.3F|al=]]
====='''Apakah Penyebab Rabies?'''=====
![[Berkas:Hewan penular rabies.png|250x250px|nirbing|pus|link=#Hewan_apa_yang_dapat_menularkan_.3F_2|al=]]
====='''Hewan apa yang dapat menularkan Rabies?'''=====
![[Berkas:Sebar rabies.jpg|750x750px|nirbing|pus|link=#Dimana_saja_lokasi_kantor_pelayanan_karantina_yang_melayani_ekspor_Sarang_Burung_Walet_.3F|al=]]
====='''Negara mana saja yang tertular (terjadi kasus) Rabies?'''=====
|-
!
!
!
!
|-
![[Berkas:Icon daerah rabies di indonesia.png|250x250px|nirbing|pus|link=#Dokumen_apa_saja_yang_diperlukan_untuk_pengajuan_ekspor_Sarang_Burung_Walet?]]
====='''Wilayah mana saja di Indonesia yang menjadi daerah tertular rabies?'''=====
![[Berkas:Pencegahan.png|250x250px|nirbing|pus|link=#Bagaimana_cara_mencegah_agar_hewan_peliharaan_(anjing,_kucing)_tidak_tertular_rabies_?]]
====='''Bagaimana cara mencegah agar hewan peliharaan (anjing, kucing) tidak tertular rabies?'''=====
====='''Apakah di daerah bebas rabies boleh melakukan vaksinasi rabies pada hewan peliharaan (anjing, kucing)?'''=====
![[Berkas:Rabies-virus-002-512.png|350x350px|nirbing|pus|link=#Bagaimana_cara_mengajukan_permohonan_karantina_untuk_ekspor_sarang_burung_walet?]]
====='''Apakah ciri-ciri anjing yang terkena rabies?'''=====
![[Berkas:Rabies animal.png|350x350px|nirbing|pus|link=#Bagaimana_prosedur_untuk_ekspor_sarang_burung_walet_?]]
====='''Apakah hewan lain bisa tertular rabies?'''=====
|-
!
!
!
!
|-
![[Berkas:Waktu.jpg|pus|nirbing|218x218px|link=#Berapa_lama_waktu_yang_diperlukan_mulai_pengajuan_permohonan_sampai_dengan_diterbitkannya_Dokumen/sertifikat_kesehatan_untuk_keperluan_ekspor_sarang_burung_?]]
====='''Lama Proses'''=====
![[Berkas:Laboratoriumikon.jpg|pus|nirbing|227x227px|link=#Apakah_diperlukan_pengujian_laboratorium_untuk_sarang_burung_yang_akan_diekspor?]]
====='''Laboratorium'''=====
![[Berkas:Tentengan.jpg|pus|nirbing|243x243px|link=#Untuk_sarang_burung_walet_dalam_jumlah_terbatas_yang_dibawa_oleh_penumpang_(hand_carry)_ke_luar_negeri_apakah_perlu_dilaporkan_ke_karantina?]]
====='''Bawaan Penumpang'''=====
![[Berkas:Biaya.png|pus|nirbing|200x200px|link=#Berapa_biaya_pemeriksaan_dan_sertifikasi_Sarang_Burung_Walet_?]]
====='''Biaya'''=====
|}
<br />
_______________________________________________________________________________________________________________________________________________________
=='''PENYAKIT ANJING GILA (RABIES)'''==
=='''PENYAKIT ANJING GILA (RABIES)'''==


====Apakah Rabies itu ?====
====Apakah Rabies itu ?====
:Rabies dalah penyakit infeksi akut pada sistem saraf mamalia (termasuk manusia) yang disebabkan oleh virus rabies (RABV). Penyakit ini sangat mematikan dan bersifat zoonotik atau menular dari hewan ke manusia. Penularan terjadi akibat partikel virus yang berada dalam air liur hewan terinfeksi berhasil masuk ke dalam tubuh manusia atau hewan peka, misalnya melalui gigitan. Hewan yang menularkan rabies diantaranya anjing, kucing, kera, rakun, dan kelelawar.
:Rabies dalah penyakit infeksi akut pada sistem saraf mamalia (termasuk manusia) yang disebabkan oleh virus rabies (RABV). Penyakit ini sangat mematikan dan bersifat zoonotik atau menular dari hewan ke manusia. Penularan terjadi akibat partikel virus yang berada dalam air liur hewan terinfeksi berhasil masuk ke dalam tubuh manusia atau hewan peka, misalnya melalui gigitan. Hewan yang menularkan rabies diantaranya anjing, kucing, kera, rakun, dan kelelawar.
:[[Berkas:FAKTA RABIES.png|750x750px|jmpl|kiri]]<br>
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
====Apakah Penyebab Rabies?====
====Apakah Penyebab Rabies?====
:Rabies disebabkan Rabies ''Lyssavirus'' (Rabies Virus/RABV) yang merupakan virus RNA neurotropik dari genus Lyssavirus dalam keluarga ''Rhabdoviridae'' dari ordo ''Mononegavirales'', dan ditularkan ke semua mamalia.  
:Rabies disebabkan Rabies ''Lyssavirus'' (Rabies Virus/RABV) yang merupakan virus RNA neurotropik dari genus Lyssavirus dalam keluarga ''Rhabdoviridae'' dari ordo ''Mononegavirales'', dan ditularkan ke semua mamalia.  
Baris 95: Baris 190:




[[Berkas:CARA PENULARAN RABIES.png|750x750px|jmpl|kiri|Gambar. Cara Penularan Rabies]]




Baris 340: Baris 471:


====Bagaimana prosedur pengiriman anjing dan kucing melalui bandara atau pelabuhan laut ?====
====Bagaimana prosedur pengiriman anjing dan kucing melalui bandara atau pelabuhan laut ?====
=====Prosedur importasi anjing/kucing=====
====='''SPP ANJING & KUCING'''=====

Revisi terkini sejak 31 Oktober 2019 09.02


Apakah Rabies itu?
Apakah Penyebab Rabies?
Hewan apa yang dapat menularkan Rabies?
Negara mana saja yang tertular (terjadi kasus) Rabies?
Wilayah mana saja di Indonesia yang menjadi daerah tertular rabies?
Bagaimana cara mencegah agar hewan peliharaan (anjing, kucing) tidak tertular rabies?
Apakah di daerah bebas rabies boleh melakukan vaksinasi rabies pada hewan peliharaan (anjing, kucing)?
Apakah ciri-ciri anjing yang terkena rabies?
Apakah hewan lain bisa tertular rabies?
Lama Proses
Laboratorium
Bawaan Penumpang
Biaya


_______________________________________________________________________________________________________________________________________________________


PENYAKIT ANJING GILA (RABIES)

Apakah Rabies itu ?

Rabies dalah penyakit infeksi akut pada sistem saraf mamalia (termasuk manusia) yang disebabkan oleh virus rabies (RABV). Penyakit ini sangat mematikan dan bersifat zoonotik atau menular dari hewan ke manusia. Penularan terjadi akibat partikel virus yang berada dalam air liur hewan terinfeksi berhasil masuk ke dalam tubuh manusia atau hewan peka, misalnya melalui gigitan. Hewan yang menularkan rabies diantaranya anjing, kucing, kera, rakun, dan kelelawar.



















Apakah Penyebab Rabies?

Rabies disebabkan Rabies Lyssavirus (Rabies Virus/RABV) yang merupakan virus RNA neurotropik dari genus Lyssavirus dalam keluarga Rhabdoviridae dari ordo Mononegavirales, dan ditularkan ke semua mamalia.
Gambar 1. Ilustrasi Tiga Dimensi Bentuk Virus Rabies
















Gambar 2. Struktur Virus Rabies





















Hewan apa yang dapat menularkan Rabies?

Hewan yang dapat menularkan rabies atau disebut sumber infeksi hewan penular rabies (HPR) antara lain anjing, kucing, kera, kelelawar, rakun dan musang. Sedangkan hewan seperti sapi, lembu atau kelinci bisa tertular tapi tidak menularkan ke manusia atau disebut dead end. Semua hewan berdarah panas bisa memiliki virus rabies. Namun, biasanya virus rabies paling sering ditemukan pada satwa liar seperti rubah, kelelawar, dan anjing serta kucing yang tidak divaksinasi. Di Indonesia sendiri, anjing menjadi hewan yang paling banyak menularkan virus rabies.
Gambar3. Hewan Penular Rabies (HPR)
























Gambar. Cara Penularan Rabies



















Negara mana saja yang tertular (terjadi kasus) Rabies ?

Rabies ditemukan di seluruh dunia, kecuali Antartika, dengan 95% kematian pada manusia terjadi di Asia dan Afrika. Setiap tahun, hampir 59.000 orang meninggal dunia akibat rabies. Gigitan anjing berkontribusi terhadap 99% kasus rabies pada manusia dan sekitar 40% orang yang digigit anjing terduga rabies merupakan anak berusia di bawah 15 tahun.
Negara-negara yang telah tertular Rabies antara lain: Afghanistan, Albania, Algeria, Andaman and Nicobar Islands, Angola, Anguilla, Antarctica, Armenia, Azerbaijan, Bahamas, Balearic Islands, Bangladesh, Belize, Benin, Bhutan, Bolivia, Borneo, Botswana, Brazil, Brunei Darussalam, Burkina Faso, Burma, Burundi, Cabrera, Cambodia, Cameroon, Cape Verde, Central African Republic, Ceuta, Chad, Channel Islands, China, Christmas Island, Cocos (Keeling) Islands, Cook Islands, Corsica, China, Colombia, Comoros, Congo, Costa Rica, Cuba, Cyprus, Turkish Republic of (Northern), Djibouti, Dominica, Dominican Republic, East Timor, Easter Island, Ecuador, Egypt, El Salvador, Equatorial Guinea, Eritrea, Ethiopia, Fatuna, Formentera, Galapagos Islands, Gabon, Gambia, Georgia, Ghana, Grenada, Guatemala, Guinea, Guinea-Bissau, Guyana, Haiti, Herzegovina, Honduras, India, Indonesia, Iran, Iraq, Israel, Ivory Coast, Jordan, Kazakhstan, Kenya, Korea (North and South), Kosovo, Kuwait, Kyrgyzstan, Laos, Lebanon, Lesotho, Liberia, Libya, Macau, Madagascar, Malawi, Maldives, Mali, Margarita Islands, Martinique, Mauritania, Melilla, Miquelon, Moldova, Monaco, Mongolia, Montenegro, Morocco, Mozambique, Myanmar (Burma), Namibia, Nepal, Nicaragua, Niger, Nigeria, Northern Cyprus, Oman, Pakistan, Palestine, Panama, Papua New Guinea, Peru, Philippines, Qatar, Rwanda, Samoa, Saint Barthelemy, San Marino, Saudi Arabia, Senegal, Serbia, Seychelles, Sierra Leone, Somalia, South Africa, Sri Lanka, Suriname, Sudan, Swaziland, Syria, Tajikistan, Tanzania, Thailand, Tibet, Togo, Tonga, Tunisia, Turkey, Turkmenistan, Turks and Caicos Islands, Uganda, Ukraine, Uruguay, Uzbekistan, Western Sahara, Venezuela, Vietnam, Yemen, Zambia, Zanzibar and Zimbabwe.













Wilayah mana saja di Indonesia yang menjadi daerah tertular rabies?

25 provinsi dari 34 provinsi di Indonesia menjadi wilayah endemis rabies. Ke-25 provinsi yang merupakan daerah tertular rabies tersebut antara lain: Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat (kecuali Pulau Lombok), Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Maluku, Maluku Utara.



















Di Indonesia, rabies pertama kali ditemukan pada seekor kuda pada tahun 1884, disusul temuan pada kerbau di tahun 1889, anjing di tahun 1890, dan manusia pada 1894.[14] Saat ini, terdapat beberapa wilayah yang secara resmi dinyatakan bebas dari rabies melalui Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan).

















Selain status bebas rabies, pemerintah juga menetapkan kawasan karantina dan pernyataan wabah di beberapa wilayah.













Bagaimana cara mencegah agar hewan peliharaan (anjing, kucing) tidak tertular rabies?

Vaksinasi hewan peliharaan, baik anjing, kucing, monyet, maupun musang. Pertahankan vaksinasinya dengan pengulangan secara berkala. Lindungi hewan peliharaan kecil, beberapa hewan peliharaan tidak dapat divaksin jadi hindari meliarkan hewan-hewan ini. Hindari berdekatan dengan hewan liar, karena beberapa hewan liar lebih mudah terinfeksi, terutama anjing. Sterilkan hewan peliharaan. Steril mencegah perkembangbiakan berlebihan yang meningkatkan jumlah hewan liar akibat tidak terurus dan ditelantarkan.

Apakah di daerah bebas rabies boleh melakukan vaksinasi rabies pada hewan peliharaan (anjing, kucing)?

Daerah bebas Rabies menurut Keputusan Kepala Badan Karantina Pertanian Nomor : 87/Kpts/KR.120/L/1/2016 tentang Petunjuk Teknis Tindakan Karantina Hewan terhadap Hewan Penular Rabies (HPR) terdiri dari daerah bebas Rabies tanpa vaksinasi dan daerah bebas Rabies dengan vaksinasi. Di daerah bebas rabies tanpa vaksinasi tidak boleh dilakukan vaksinasi, didaerah bebas Rabies dengan vaksinasi boleh dilakukan vaksinasi.

Apakah ciri-ciri anjing yang terkena rabies ?

Ciri hewan yang terinfeksi rabies dapat dikenali dari beberapa faktor, seperti :
  1. Tingkah laku hewan yang terinfeksi virus rabies akan berubah menjadi lebih agresif dan sulit dikendalikan. Hal ini disebabkan hewan stress, rasa gelisah dan serta ketakutan setiap saat,
  2. Sensitif terhadap obyek disekitar dengan langsung menyerang ataupun mengingit,
  3. Air liur hewan tersebut berlebihan,
  4. Lebih suka bersembunyi di tempat gelap dan dingin karena rasa takut terhadap cahaya, air sentuhan dan suara,
  5. Secara fisik dapat terlihat dari lemah, kejang, penurunan nafsu makan,
  6. Serta ekor mengarah kebawah diantara 2 kaki.
Anjing merupakan hewan yang banyak dipelihara oleh manusia. Selain lucu dan menggemaskan anjing memiliki sifat penurut terhadap pemilikinya. Namun anjing merupakan salah satu hewan yang dapat menularkan penyakit rabies kepada manusia.
Gejala penyakit ini pada anjing dapat dilihat dengan tanda-tanda :
  • Terlihat gelisah atau takut.
  • Cepat marah dan mudah menyerang orang
  • Agresif terhadap sesuatu, sering menyalak
  • Demam.
  • Ekor menghadap ke arah diantara dua kaki
  • Kelumpuhan.
  • Mulut berbusa.
  • Tidak nafsu makan.
  • Lemah.
  • Kejang.

Apakah hewan lain bisa tertular rabies?

Hewan lain bisa tertular Rabies. Rabies adalah penyakit zoonosis yang dapat menyerang semua mamalia. Semua mamalia memiliki tingkat kerentanan yang bervariasi, terutama anggota ordo Carnivora dan Chiroptera (mamalia terbang)

Apakah penyakit ini dapat menular ke manusia dan bagaimana cara penularannya?

Merupakan salah satu penyakit zoonosis yang dapt menyerang semua mamalia termasuk manusia. Virus rabies menyerang sistem syaraf mamalia. Utamanya ditularkan dari air liur hewan rabies ketika hewan tersebut menggigit atau mencakar manusia. Jilatan pada luka atau goresan dan kulit yang luka atau pada lapisan mulut dan hidung, juga dapat menularkan penyakit. namun ada juga laporan rabies pada manusia akibat gigitan kucing, musang, rubah, serigala dan hewan karnivora lainnya. Penularan rabies juga dapat terjadi melalui air liur atau jaringan dari hewan yang terinfeksi atau saat mengerjakan preparat di laboratorium, meskipun kejadian ini jarang terjadi. Selain itu, penularan rabies juga diduga dapat terjadi melalui aerosol (udara) yang mengandung partikel virus misalnya pada saat memasuki gua yang banyak terdapat kelelawar atau melakukan blender vaksin rabies pekat ataupun material yang akan diperiksa. Virus penyebab rabies dapat ditemukan di dalam air liur setelah anjing terinfeksi selama 3-8 minggu. Air liur anjing yang terinfeksi rabies banyak mengandung virus terutama bila gejala klinis sudah terlihat, meskipunkadang-kadang dalam beberapa hari virus sudah ada dalam air liur sedangkan gejala klinis belum terlihat.
Tidak semua manusia yang digigt anjing atau hewan penderita rabies akan menderita penyakit rabies. Timbulnya penyakit rabies tergantung pada parahnya gigitan dan lokasi gigitan. Virus akan menuju syaraf dari sumsum tulang belakang kemudian menujuotak, karena jangka waktu virus mencapai otak relative panjang maka masih ada peluang bagi pasien yang digigit oleh anjing penderita rabies untuk mendapatkan terapi dengan diberikan serum antirabies (SAR) dan vaksinani rabies secara simultan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi penularan rabies yaitu sebagai berikut :
a. Virus di air liur hewan penggigit
Hewan yang positif terinfeksi rabies belum tentu menularkan virus melalui gigitan karena hanya 50-90% dari hewan yang mati karena rabies mengandung virus pada air liurnya.
b. Kepekaan spesies hewan
Setiap spesies hewan memiliki kepekaan terhadap infeksi rabies yang berbeda-beda. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepekaan hewan terhadap infeksi rabies adalah umur,cara infeksi dan sifat virus.
c. Tempat gigitan
Manusia atau hewan yang digigit oleh hewan lain yang terinfeksi rabies pada bagian tangan atau kaki depan pada hewan,kepala atau leher akan lebih mudah dan cepat terinfeksi rabies serta dapat menimbulkan penyakit yang lebih parah. Hal ini disebabkan karena pada daerah tersebut lebih banyakterdapat syaraf-syaraf perifer sehingga memudahkan terjadinyapenyebaran virus di dalam tubuh karena sifat neurotropik darrivirus penyebab rabies.
d. Pengobatan antirabies
Hewan atau manusia yang mendapatkan pengobatan dengan serum antirabies biasanya menjadi lebih resisten terhadap infeksi rabies.

Apakah yang mempengaruhi perkembangan rabies pada manusia?

Setelah memasuki tubuh manusia, virus rabies bergerak dari lapisan jaringan paling dalam di bawah kulit manusia (yang disebut jaringan subkutan), atau dari otot, menuju jaringan syaraf perifer (yaitu jaringan persarafan tubuh yang ada di luar otak atau saraf tulang belakang). Virus bergerak di sepanjang jaringan saraf menuju saraf tulang belakang dan otak dengan kecepatan kira-kira 12–24 mm per hari. Orang yang terinfeksi menunjukkan perubahan perilaku dan tanda-tanda klinis pada saat virus mencapai otak. Masa inkubasi bervariasi dari beberapa hari hingga beberapa bulan, dan bisa hingga 1 tahun.
Faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi perkembangan infeksi rabies pada manusia adalah:
  • Jenis paparan
  • Tingkat keparahan gigitan
  • Jumlah virus rabies yang dimasukkan
  • Hewan yang bertanggungjawab atas gigitan
  • Status kekebalan dari korban gigitan
  • Lokasi gigitan – luka di kepala dan leher, dan juga luka di area dengan persarafan yang sangat padat seperti jari-jemari, umumnya memiliki masa inkubasi yang pendek karena dekatnya inokulasi virus dengan jaringan saraf.

Apakah ciri-ciri pada manusia yang tertular rabies?

Gejala atau ciri-ciri pada manusia yang tertular rabies biasanya mulai timbul dalam waktu 30-50 hari setelah terinfeksi. Masa inkubasi virus hingga munculnya penyakit adalah 10-14 hari pada anjing tetapi bisa mencapai 9 bulan pada manusia. Bila disebabkan oleh gigitan anjing, luka yang memiliki risiko tinggi meliputi infeksi pada mukosa, luka di atas daerah bahu (kepala, muka, leher), luka pada jari tangan atau kaki, luka pada kelamin, luka yang lebar atau dalam, dan luka yang banyak. Sedangkan luka dengan risiko rendah meliputi jilatan pada kulit yang luka, garukan atau lecet, serta luka kecil di sekitar tangan, badan, dan kaki. Gejala sakit yang akan dialami seseorang yang terinfeksi rabies meliputi 4 stadium:
a. Stadium prodromal
Dalam stadium prodomal sakit yang timbul pada penderita tidak khas, menyerupai infeksi virus pada umumnya yang meliputi demam, sulit makan yang menuju taraf anoreksia, pusing dan pening (nausea), dan lain sebagainya.
b. Stadium sensoris
Dalam stadium sensoris penderita umumnya akan mengalami rasa nyeri pada daerah luka gigitan, panas, gugup, kebingungan, keluar banyak air liur (hipersalivasi), dilatasi pupil, hiperhidrosis, hiperlakrimasi.
c. Stadium eksitasi
Pada stadium eksitasi penderita menjadi gelisah, mudah kaget, kejang-kejang setiap ada rangsangan dari luar sehingga terjadi ketakutan pada udara (aerofobia), ketakutan pada cahaya (fotofobia), dan ketakutan air (hidrofobia). Kejang-kejang terjadi akibat adanya gangguan daerah otak yang mengatur proses menelan dan pernapasan. Hidrofobia yang terjadi pada penderita rabies terutama karena adanya rasa sakit yang luar biasa di kala berusaha menelan air.
d. Stadium paralitik
Pada stadium paralitik setelah melalui ketiga stadium sebelumnya, penderita memasuki stadium paralitik ini menunjukkan tanda kelumpuhan dari bagian atas tubuh ke bawah yang progresif. Karena durasi penyebaran penyakit yang cukup cepat maka umumnya keempat stadium di atas tidak dapat dibedakan dengan jelas. Gejala-gejala yang tampak jelas pada penderita di antaranya adanya nyeri pada luka bekas gigitan dan ketakutan pada air, udara, dan cahaya, serta suara yang keras. Sedangkan pada hewan yang terinfeksi, gelaja yang tampak adalah dari jinak menjadi ganas, hewan-hewan peliharaan menjadi liar dan lupa jalan pulang, serta ekor dilengkungkan di bawah perut.


Apakah penyakit rabies pada manusia dapat diobati?

Rabies pada manusia dapat diobati, namun harus dilakukan sedini mungkin sebelum menginfeksi otak dan menimbulkan gejala. Bila gejala mulai terlihat, tidak ada pengobatan untuk menyembuhkan penyakit ini. Kematian biasanya terjadi beberapa hari setelah terjadinya gejala pertama.
Jika terjadi kasus gigitan oleh hewan yang diduga terinfeksi rabies atau berpotensi rabies (anjing, sigung, rakun, rubah, kelelawar) segera cuci luka dengan sabun atau pelarut lemak lain di bawah air mengalir selama 10-15 menit lalu beri antiseptik alkohol 70% atau betadin. Orang-orang yang belum diimunisasi selama 10 tahun terakhir akan diberikan suntikan tetanus. Orang-orang yang belum pernah mendapat vaksin rabies akan diberikan suntikan globulin imun rabies yang dikombinasikan dengan vaksin. Separuh dari dosisnya disuntikkan di tempat gigitan dan separuhnya disuntikan ke otot, biasanya di daerah pinggang. Dalam periode 28 hari diberikan 5 kali suntikan. Suntikan pertama untuk menentukan risiko adanya virus rabies akibat bekas gigitan. Sisa suntikan diberikan pada hari ke 3, 7, 14, dan 28. Kadang-kadang terjadi rasa sakit, kemerahan, bengkak, atau gatal pada tempat penyuntikan vaksin.
Pencegahan rabies pada manusia harus dilakukan sesegera mungkin setelah terjadi gigitan oleh hewan yang berpotensi rabies, karena bila tidak dapat mematikan (letal).
Langkah-langkah untuk mencegah rabies bisa diambil sebelum terjangkit virus atau segera setelah terkena gigitan. Sebagai contoh, vaksinasi bisa diberikan kapada orang-orang yang berisiko tinggi terhadap terjangkitnya virus, yaitu:
  • Dokter hewan.
  • Petugas laboratorium yang menangani hewan-hewan yang terinfeksi.
  • Orang-orang yang menetap atau tinggal lebih dari 30 hari di daerah yang rabies pada anjing banyak ditemukan
  • Para penjelajah gua kelelawar.
Vaksinasi idealnya dapat memberikan perlindungan seumur hidup. Tetapi seiring berjalannya waktu kadar antibodi akan menurun, sehingga orang yang berisiko tinggi terhadap rabies harus mendapatkan dosis booster vaksinasi setiap 3 tahun. Pentingnya vaksinasi rabies terhadap hewan peliharaan seperti anjing juga merupakan salah satu cara pencegahan yang harus diperhatikan.

Bagaimana prosedur pengiriman anjing dan kucing melalui bandara atau pelabuhan laut ?

SPP ANJING & KUCING