SPP Domestik Keluar - HPR: Perbedaan antara revisi
Dari Infokawan
- |
- |
||
| (3 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
''Diperbaharui tanggal 14 Pebruari 2025'' | |||
'''PERSYARATAN DAN PROSEDUR DOMESTIK KELUAR''' | '''PERSYARATAN DAN PROSEDUR DOMESTIK KELUAR''' | ||
| Baris 10: | Baris 14: | ||
'''A. Persyaratan :''' | '''A. Persyaratan :''' | ||
# Melalui | # Melalui tempat pengeluaran yang telah ditetapkan. | ||
# Dilaporkan | # Dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina di tempat pengeluaran untuk keperluan tindakan karantina | ||
# Sertifikat | # Sertifikat Veteriner dari Dinas yang membidangi peternakan dan kesehatan hewan Propinsi asal hewan | ||
# Hasil | # Hasil Uji Laboratorium Elisa terhadap Rabies | ||
# Buku | # Buku Vaksin yang berisi catatan vaksinasi rabies minimal 1 bulan sebelum pengujian laboratorium dan tidak melebihi 12 bulan sejak vaksinasi rabies terakhir | ||
'''B. Prosedur :''' | '''B. Prosedur :''' | ||
# Pengguna | # Pengguna jasa membuat Permohonan Tindakan Karantina (PTK) secara online dan mengupload dokumen persyaratan A3, A4 dan A.5 | ||
# Pengguna | # Pengguna jasa melaporkan PTK nya kepada petugas karantina dengan menunjukan kelengkapan dokumen A3, A4 dan A5 | ||
# Petugas | # Petugas penerimaan dokumen melakukan verifikasi permohonan berikut kelengkapan dokumennya (K-1.1) | ||
# Dokumen | # Dokumen yang sudah lengkap dan sah dilanjutkan dengan penerbitan Surat Tugas (K-2.2) | ||
# Dilakukan | # Dilakukan tindakan karantina (K-3.7a),(K-3.7b) | ||
#* Jika | #* Jika belum ada hasil uji laboratorium Elisa terhadap Rabies maka dilakukan pengambilan dan pengujian sampel di laboratorium. | ||
#* Jika | #* Jika hasil laboratorium titer nya < 0,5 iu dipersyaratkan untuk vaksinasi ulang | ||
#* Jika | #* Jika hasil laboratorium dengan titer nya > 0,5 iu atau telah telah dilakukan vaksinasi ulang dilakukan pembebasan | ||
# Diterbitkan | # Diterbitkan Sertifikat Kesehatan Hewan (KH-1) | ||
| Baris 65: | Baris 69: | ||
|per sertifikat | |per sertifikat | ||
|} | |} | ||
[https://drive.google.com/file/d/1DblCzV8wdMcG8RhIQfGMoSZinCVzZBJv/view?usp=drive_link Tatacara dan prosedur pengujian laboratorium elisa rabies] | |||
| Baris 83: | Baris 89: | ||
|2 | |2 | ||
|Propinsi Nusa Tenggara Timur | |Propinsi Nusa Tenggara Timur | ||
|[https://drive.google.com/file/d/1KeDlNhbRWHehrrZLA9p_0dB1z7IU08Se/view?usp=sharing Instruksi Gubenur Nusa Tenggara Timur No.05/Disnak/ | |[https://drive.google.com/file/d/1KeDlNhbRWHehrrZLA9p_0dB1z7IU08Se/view?usp=sharing Instruksi Gubenur Nusa Tenggara Timur No.05/Disnak/2023 Tentang Penanggulangan Rabies di Pulau Timor Provinsi Nusa Tenggara Timur] | ||
|- | |- | ||
| | | | ||
| Baris 104: | Baris 110: | ||
|Kepulauan Bangka Belitung | |Kepulauan Bangka Belitung | ||
|Kepmentan No.4435/Kpts/PD.620/7/2013 Pernyataan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Bebas dari Penyakit Rabies | |Kepmentan No.4435/Kpts/PD.620/7/2013 Pernyataan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Bebas dari Penyakit Rabies | ||
|- | |||
|6 | |||
| | |||
|[https://drive.google.com/file/d/1B1bmv6VVOru6dKFXcbR1kXb7Ke0ns9Ol/view?usp=sharing Kep kabadan No. 87 tahun 2016 Tentang Petunjuk Teknis TKH Terhadap HPR] | |||
|} | |} | ||
Revisi terkini sejak 17 November 2025 05.18
Diperbaharui tanggal 14 Pebruari 2025
PERSYARATAN DAN PROSEDUR DOMESTIK KELUAR

Media Pembawa : HPR (anjing,kucing,kera dan sebangsanya)
HS. Code : 0106.00.19
A. Persyaratan :
- Melalui tempat pengeluaran yang telah ditetapkan.
- Dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina di tempat pengeluaran untuk keperluan tindakan karantina
- Sertifikat Veteriner dari Dinas yang membidangi peternakan dan kesehatan hewan Propinsi asal hewan
- Hasil Uji Laboratorium Elisa terhadap Rabies
- Buku Vaksin yang berisi catatan vaksinasi rabies minimal 1 bulan sebelum pengujian laboratorium dan tidak melebihi 12 bulan sejak vaksinasi rabies terakhir
B. Prosedur :
- Pengguna jasa membuat Permohonan Tindakan Karantina (PTK) secara online dan mengupload dokumen persyaratan A3, A4 dan A.5
- Pengguna jasa melaporkan PTK nya kepada petugas karantina dengan menunjukan kelengkapan dokumen A3, A4 dan A5
- Petugas penerimaan dokumen melakukan verifikasi permohonan berikut kelengkapan dokumennya (K-1.1)
- Dokumen yang sudah lengkap dan sah dilanjutkan dengan penerbitan Surat Tugas (K-2.2)
- Dilakukan tindakan karantina (K-3.7a),(K-3.7b)
- Jika belum ada hasil uji laboratorium Elisa terhadap Rabies maka dilakukan pengambilan dan pengujian sampel di laboratorium.
- Jika hasil laboratorium titer nya < 0,5 iu dipersyaratkan untuk vaksinasi ulang
- Jika hasil laboratorium dengan titer nya > 0,5 iu atau telah telah dilakukan vaksinasi ulang dilakukan pembebasan
- Diterbitkan Sertifikat Kesehatan Hewan (KH-1)
C. Produk Layanan :
KH-1
D. Waktu Layanan : 1-14 Hari
E. Biaya Pelayanan : (Sesuai PMK No. 27 Tahun 2024)
| No | Uraian | Biaya (Rp) | Satuan |
| 1 | Jasa tindakan karantina berupa pemeriksaan fisik hewan kesayangan | 10.000 | per ekor |
| 2 | Jasa Pengujian laboratorium karantina hewan berupa pengujian virologi Elisa | 225.000 | per sampel |
| 3 | Jasa pengambilan, penyiapan, dan pengiriman spesimen hewan kesayangan | 5.000 | per sampel |
| 4 | Dokumen tindakan karantina | 5.000 | per sertifikat |
Tatacara dan prosedur pengujian laboratorium elisa rabies
Larangan dan Rujukan
| No | Daerah Tujuan | Rujukan Peraturan |
| 1 | Propinsi Bali | Kepmentan No.1696/Kpts/PD.610/12/2008 tahun 2008 tentang Penetapan Provinsi Bali sebagai Kawasan Karantina Penyakit Anjing Gila (Rabies) |
| Kepmentan No. 559 /Kpts/PK.310/9/2015 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Pertanian No. 1696/Kpts/PD.610/12/2008 | ||
| 2 | Propinsi Nusa Tenggara Timur | Instruksi Gubenur Nusa Tenggara Timur No.05/Disnak/2023 Tentang Penanggulangan Rabies di Pulau Timor Provinsi Nusa Tenggara Timur |
| Kepmentan No.473/Kpts/TN.150/8/2002 Tentang Penetapan Pulau Flores dan Pulau Lembata Propinsi Nusa Tenggara Timur Sebagai Kawasan Karantina Penyakit Anjing Gila (Rabies) serta Program Pembebasannya. | ||
| 3 | Papua | Peraturan Daerah Provinsi Papua No.4 Tahun 2006 Tentang Larangan Pemasukan Hewan Penular Rabies |
| Kepmentan No.429/Kpts/PK.320/M/7/2019 Tentang Provinsi Papua Bebas dari penyakit Anjing Gila (Rabies) | ||
| 4 | Kepulauan Riau | Kepmentan No.240/Kpts/PD.650/4/2015 Pernyataan Provinsi Kepulauan Riau Bebas dari Penyakit Anjing Gila (Rabies) |
| 5 | Kepulauan Bangka Belitung | Kepmentan No.4435/Kpts/PD.620/7/2013 Pernyataan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Bebas dari Penyakit Rabies |
| 6 | Kep kabadan No. 87 tahun 2016 Tentang Petunjuk Teknis TKH Terhadap HPR |
