Tindakan

Laboratorium Uji Karantina Hewan: Perbedaan antara revisi

Dari Infokawan

1rofiq (bicara | kontrib)
←Membuat halaman berisi '__forcetoc__ == '''JENIS SAMPEL'''== ==='''Darah'''=== Untuk pengujian : * Anthrax (dari pembuluh darah perifer), pengujian dilakukan dengan metode ulas darah. * Thei...'
 
Sariadmin (bicara | kontrib)
k Sariadmin memindahkan halaman UJI LABORATORIUM SAPI ke Laboratorium Uji Karantina Hewan
 
(1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 20: Baris 20:
* Q-Fever, pengujian dengan metode indirect immunofluorescence (IFA), ELISA, dan CFT.
* Q-Fever, pengujian dengan metode indirect immunofluorescence (IFA), ELISA, dan CFT.
* Trichomonosis, pengujian dengan metode ELISA, PCR.
* Trichomonosis, pengujian dengan metode ELISA, PCR.


==='''Feses'''===
==='''Feses'''===
Baris 26: Baris 27:
* Paratuberculosis, pengujian metode pengujian kultur. Dilakukan jika hasil ELISA dan PCR positif.
* Paratuberculosis, pengujian metode pengujian kultur. Dilakukan jika hasil ELISA dan PCR positif.


===Fetus/abortus===
==='''Fetus/abortus'''===
Untuk pengujian :
Untuk pengujian :
Brucellosis (cairan uterus, plasenta, isi lambung fetus, paruparu fetus, kotiledon, atau limfoglandula), pengujian dengan metode kultur.
* Brucellosis (cairan uterus, plasenta, isi lambung fetus, paruparu fetus, kotiledon, atau limfogl
andula), pengujian dengan metode kultur.


=== '''Swab''' ===
=== '''Swab''' ===
Untuk pengujian :
* Trichomonosis (swab cervix), dengan metode mucous agglutination test.
==='''Susu'''===
Untuk pengujian :
* Brucellosis, dengan metode pengujian Milk Ring Test.
==='''Kulit'''===
Untuk pengujian:
* Tuberculosis, dengan metode pengujian tuberkulinasi (intradermal test) / delayed type hypersensitivity (DTH).
* Trichomonosis, dengan metode intradermal tricin test.
==='''Cairan Oedema'''===
Untuk pengujian:
* Hemorrhagic septicemia, dengan metode pengujian preparat ulas.

Revisi terkini sejak 23 Agustus 2019 08.43

JENIS SAMPEL

Darah

Untuk pengujian :

  • Anthrax (dari pembuluh darah perifer), pengujian dilakukan dengan metode ulas darah.
  • Theileriosis, pengujian dilakukan dengan metode ulas darah.
  • Babesiosis, pengujian dilakukan dengan metode ulas darah.
  • Anaplasmosis, pengujian dilakukan dengan metode ulas darah.
  • Hemorrhagic Septicemia (dari pembuluh darah perifer), pengujian dilakukan dengan metode ulas darah.

Serum

Untuk pengujian :

  • Brucellosis, pengujian dilakukan dengan metode Rose Bengal Test (RBT). Jika hasil positif dilanjutkan dengan metode Complement Fixation Test (CFT) dan Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA).
  • Infectious Bovine Rhinotracheitis (IBR), pengujian dengan metode ELISA, Serum Neutralization Test (SNT). Jika hasil positif dilanjutkan dengan Polymerase Chain Reaction (PCR).
  • Enzootic Bovine Leucosis (EBL), pengujian dengan metode ELISA, Agar Gel Immunodiffusion (AGID). Jika hasil positif
  • dilanjutkan dengan PCR.
  • Bovine Viral Diarrhea (BVD), pengujian dengan metode ELISA, Viral Neutralization Test (VNT).
  • Paratuberculosis, pengujian dengan metode ELISA atau CFT. Jika hasil positif dilanjutkan dengan PCR dan kultur dari feses.
  • Q-Fever, pengujian dengan metode indirect immunofluorescence (IFA), ELISA, dan CFT.
  • Trichomonosis, pengujian dengan metode ELISA, PCR.


Feses

Untuk pengujian :

  • Identifikasi cacing dan telur cacing.
  • Paratuberculosis, pengujian metode pengujian kultur. Dilakukan jika hasil ELISA dan PCR positif.

Fetus/abortus

Untuk pengujian :

  • Brucellosis (cairan uterus, plasenta, isi lambung fetus, paruparu fetus, kotiledon, atau limfogl

andula), pengujian dengan metode kultur.

Swab

Untuk pengujian :

  • Trichomonosis (swab cervix), dengan metode mucous agglutination test.

Susu

Untuk pengujian :

  • Brucellosis, dengan metode pengujian Milk Ring Test.


Kulit

Untuk pengujian:

  • Tuberculosis, dengan metode pengujian tuberkulinasi (intradermal test) / delayed type hypersensitivity (DTH).
  • Trichomonosis, dengan metode intradermal tricin test.

Cairan Oedema

Untuk pengujian:

  • Hemorrhagic septicemia, dengan metode pengujian preparat ulas.