Test ASF: Perbedaan antara revisi
Dari Infokawan
1nilamsari (bicara | kontrib) |
1nilamsari (bicara | kontrib) |
||
| Baris 9: | Baris 9: | ||
====Negara mana yang sudah tertular penyakit ASF ?==== | ====Negara mana yang sudah tertular penyakit ASF ?==== | ||
:Bulgaria | |||
Hungaria | |||
Latvia | |||
Moldova | |||
Polandia | |||
Romania | |||
Russia | |||
Serbia | |||
Slovakia | |||
Ukraina | |||
Republik Rakyat China | |||
Korea Utara | |||
Korea Selatan | |||
Laos | |||
Myanmar | |||
Mongolia | |||
Kamboja | |||
Hongkong | |||
Filipina | |||
Vietnam | |||
Zimbabwe | |||
Afrika Selatan | |||
Jepang | |||
Timor Leste | |||
==== Hewan apa saja yang dapat tertulat penyakit ini?==== | ==== Hewan apa saja yang dapat tertulat penyakit ini?==== | ||
Revisi per 2 Oktober 2019 09.15
AFRICAN SWINE FEVER
Apakah African Swine Fever itu?
- African Swine Fever (ASF) adalah penyakit yang sangat menular yang menyerang babi domestik dan liar, yang menyebabkan kerugian ekonomi dan produksi yang serius (kesakitan atau morbiditas dan kematian atau mortalitas pada ternak babi hingga dapat mencapai tingkat 100%).
Apakan penyebab penyakit ini ?
- Penyakit ASF disebabkan oleh African Swine Fever Virus (ASFV) yang termasuk virus DNA dalam genus Asfivirus dari keluarga Asfarviridae yang juga menginfeksi kutu genus Ornithodoros
Negara mana yang sudah tertular penyakit ASF ?
- Bulgaria
Hungaria Latvia Moldova Polandia Romania Russia Serbia Slovakia Ukraina Republik Rakyat China Korea Utara Korea Selatan Laos Myanmar Mongolia Kamboja Hongkong Filipina Vietnam Zimbabwe Afrika Selatan Jepang Timor Leste
Hewan apa saja yang dapat tertulat penyakit ini?
Apakah ciri-ciri babi tertular African Swine Fever?
- Ciri-ciri atau gejala klinis babi tertular African Swine Fever:
- Bentuk Akut: demam tinggi, depresi, nafsu makan menurun, perdarahan pada kulit (kemerahan pada telinga, perut dan kaki), keguguran pada babi bunting, cyanosis (kebiruan), muntah, diare dan kematian dalam waktu 6 – 13 hari (atau sampai 20 hari). Angka kematian bisa mencapai 100%.
- Bentuk Subakut dan Kronis disebabkan oleh virus yang memiliki tingkat keganasan sedang atau rendah, yang menghasilkan intensitas gejala klinis kurang kuat dalam periode waktu yang lama. Angka kematian lebih rendah, namun masih berkisar 30 – 70%. Gejala klinis bentuk kronis termasuk penurunan berat badan, demam intermiten (naik-turun), gejala pernafasan, luka pada kulit kronis dan radang sendi.
- Berbagai jenis babi mungkin memiliki kerentanan yang berbeda terhadap infeksi virus ASF. Babi liar Afrika dapat terinfeksi tanpa menunjukkan gejala klinis yang memungkinkan hewan tersebut dapat berperan sebagai hewan pembawa.
- Penyakit ASF dapat menular ke babi peliharaan melalui:
- Kontak langsung dengan babi peliharaan lain atau babi liar yang terinfeksi;
- Kontak tidak langsung, melalui konsumsi bahan yang terkontaminasi (misal: limbah makanan, pakan, atau sampah);
- Fomites yang terkontaminasi, atau vektor biologis (kutu lunak dari genus Ornithodoros)