Test ASF: Perbedaan antara revisi
Dari Infokawan
1nilamsari (bicara | kontrib) |
1nilamsari (bicara | kontrib) |
||
| Baris 73: | Baris 73: | ||
:Ciri-ciri atau gejala klinis babi tertular African Swine Fever: | :Ciri-ciri atau gejala klinis babi tertular African Swine Fever: | ||
:'''Bentuk Akut''': demam tinggi, depresi, nafsu makan menurun, perdarahan pada kulit (kemerahan pada telinga, perut dan kaki), keguguran pada babi bunting, cyanosis (kebiruan), muntah, diare dan kematian dalam waktu 6 – 13 hari (atau sampai 20 hari). Angka kematian bisa mencapai 100%. | :'''Bentuk Akut''': demam tinggi, depresi, nafsu makan menurun, perdarahan pada kulit (kemerahan pada telinga, perut dan kaki), keguguran pada babi bunting, ''cyanosis'' (kebiruan), muntah, diare dan kematian dalam waktu 6 – 13 hari (atau sampai 20 hari). Angka kematian bisa mencapai 100%. | ||
:'''Bentuk Subakut dan Kronis''' disebabkan oleh virus yang memiliki tingkat keganasan sedang atau rendah, yang menghasilkan intensitas gejala klinis kurang kuat dalam periode waktu yang lama. Angka kematian lebih rendah, namun masih berkisar 30 – 70%. Gejala klinis bentuk kronis termasuk penurunan berat badan, demam intermiten (naik-turun), gejala pernafasan, luka pada kulit kronis dan radang sendi. | :'''Bentuk Subakut dan Kronis''' disebabkan oleh virus yang memiliki tingkat keganasan sedang atau rendah, yang menghasilkan intensitas gejala klinis kurang kuat dalam periode waktu yang lama. Angka kematian lebih rendah, namun masih berkisar 30 – 70%. Gejala klinis bentuk kronis termasuk penurunan berat badan, demam intermiten (naik-turun), gejala pernafasan, luka pada kulit kronis dan radang sendi. | ||
Revisi per 3 Oktober 2019 04.26
AFRICAN SWINE FEVER
Apakah African Swine Fever itu?
- African Swine Fever (ASF) adalah penyakit demam disertai dengan pendarahan yang sangat menular yang menyerang babi domestik dan liar, yang menyebabkan kerugian ekonomi yang besar dan menghambat produksi babi di negara-negara yang terkena dampak ASF (kesakitan atau morbiditas dan kematian atau mortalitas pada ternak babi hingga dapat mencapai tingkat 100%). Tidak ada vaksin untuk mencegah virus ASF dan untuk membatasi penyakit ini pilihannya adalah dengan melakukan pengendalian penyakit ASF.
Apakan penyebab penyakit ini ?
- Penyakit ASF disebabkan oleh African Swine Fever Virus (ASFV) yang termasuk virus DNA dengan strand ganda, virus ASF yang bereplikasi terutama di sitoplasma dan merupakan satu-satunya anggota keluarga Asfarviridae genus Asfivirus yang juga menginfeksi caplak genus Ornithodoros.

Negara mana yang sudah tertular penyakit ASF ?
- Bulgaria, Hungaria, Latvia, Moldova, Polandia, Romania, Russia, Serbia, Slovakia, Ukraina, Republik Rakyat China, Korea Utara, Korea Selatan, Laos, Myanmar, Mongolia, Kamboja, Hongkong, Filipina, Vietnam, Zimbabwe, Afrika Selatan, Jepang, Timor Leste.
Hewan apa saja yang dapat tertular penyakit ini?

- A. Babi domestik/ peliharaan
- B. Babi hutan
- C. Babi semak
- D. Warthog
- E. Giant forest hog
- F. Caplak Ornithodoros erraticus
Apakah ciri-ciri babi tertular African Swine Fever?
- Ciri-ciri atau gejala klinis babi tertular African Swine Fever:
- Bentuk Akut: demam tinggi, depresi, nafsu makan menurun, perdarahan pada kulit (kemerahan pada telinga, perut dan kaki), keguguran pada babi bunting, cyanosis (kebiruan), muntah, diare dan kematian dalam waktu 6 – 13 hari (atau sampai 20 hari). Angka kematian bisa mencapai 100%.
- Bentuk Subakut dan Kronis disebabkan oleh virus yang memiliki tingkat keganasan sedang atau rendah, yang menghasilkan intensitas gejala klinis kurang kuat dalam periode waktu yang lama. Angka kematian lebih rendah, namun masih berkisar 30 – 70%. Gejala klinis bentuk kronis termasuk penurunan berat badan, demam intermiten (naik-turun), gejala pernafasan, luka pada kulit kronis dan radang sendi.
- Berbagai jenis babi mungkin memiliki kerentanan yang berbeda terhadap infeksi virus ASF. Babi liar Afrika dapat terinfeksi tanpa menunjukkan gejala klinis yang memungkinkan hewan tersebut dapat berperan sebagai hewan pembawa.

- A. Babi terlihat lemah dengan demam dan meringkuk untuk tetap hangat.
- B-E. Diare berdarah dan daerah hiperemik (merah) yang berbeda pada kulit leher, dada dan ekstremitas.
- F. Cyanosis (bluing) di ujung telinga.
- G-I. Lesi nekrotik pada kulit perut, leher dan telinga.
- Penyakit ASF dapat menular ke babi melalui:
- Kontak langsung dengan babi peliharaan lain atau babi hutan yang terinfeksi;
- Kontak tidak langsung melalui konsumsi bahan yang terkontaminasi (misal: limbah makanan, pakan, atau sampah);
- Bagian dari tubuh babi yang tertular ASF dan semua benda yang terkontaminasi atau terpapar ASF virus
- Vektor biologis (caplak dari genus Ornithodoros)

- ASF adalah penyakit virus yang hanya berdampak pada babi, bukan manusia. Jadi penyakit ini bukan merupakan suatu ancaman bagi kesehatan masyarakat atau masalah keamanan pangan. ASF tidak dapat ditularkan ke manusia melalui kontak dengan babi atau daging babi.
Apabila saya mengkonsumsi daging babi yang menderita ASF apakah dapat menggangu kesehatan?
- Tidak, karena ASF tidak menyebabkan penyakit pada manusia.