Tindakan Karantina Hewan: Perbedaan antara revisi
Dari Infokawan
- |
- |
||
| Baris 50: | Baris 50: | ||
| | | | ||
|'''PENGASINGAN DAN PENGAMATAN''' | |'''PENGASINGAN DAN PENGAMATAN''' | ||
Pengasingan dan pengamatan dilakukan untuk mendeteksi HPHK, HPIK, atau OPTK tertentu yang karena sifatnya memerlukan waktu lama, sarana, dan/atau kondisi khusus. | Pengasingan dan pengamatan dilakukan untuk mendeteksi HPHK, HPIK, atau OPTK tertentu yang karena sifatnya memerlukan waktu lama, sarana, dan/atau kondisi khusus. | ||
| Baris 58: | Baris 59: | ||
# hasil analisis risiko; dan/atau | # hasil analisis risiko; dan/atau | ||
# hasil pemeriksaan kesehatan ditemukan gejala klinis HPHK atau HPIK. | # hasil pemeriksaan kesehatan ditemukan gejala klinis HPHK atau HPIK. | ||
| Baris 64: | Baris 66: | ||
Untuk Pengeluaran ke luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, pengamatan dapat disesuaikan dengan kesepakatan negara tujuan. | Untuk Pengeluaran ke luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, pengamatan dapat disesuaikan dengan kesepakatan negara tujuan. | ||
'''Sumber : Pasal 40-42 UU 21 Tahun 2019''' | |||
'''Sumber : Pasal 40-42 UU 21 Tahun 2019''' | '''Sumber : Pasal 40-42 UU 21 Tahun 2019''' | ||
| Baris 70: | Baris 73: | ||
|'''PERLAKUAN''' | |'''PERLAKUAN''' | ||
Perlakuan dilakukan untuk membebaskan atau menyucihamakan Media Pembawa atau tindakan lain yang bersifat preventif, kuratif, dan/atau promotif. | Perlakuan dilakukan untuk membebaskan atau menyucihamakan Media Pembawa atau tindakan lain yang bersifat preventif, kuratif, dan/atau promotif. | ||
Perlakuan diperlukan apabila setelah dilakukan pemeriksaan atau pengasingan dan pengamatan ternyata Media Pembawa tertular atau diduga tertular HPHK | |||
Perlakuan hanya dapat dilakukan setelah Media Pembawa diperiksa terlebih dahulu secara fisik dan dinilai tidak mengganggu pengamatan dan pemeriksaan selanjutnya. | |||
'''Sumber : Pasal 43 UU 21 Tahun 2019''' | |||
Revisi per 21 Februari 2025 08.58
Tindakan Karantina Hewan:
Sesuai Undang-Undang No. 16 Tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah No 82 Tahun 2000
