Tindakan

Test ASF

Dari Infokawan

AFRICAN SWINE FEVER

Apakah African Swine Fever itu?

African Swine Fever (ASF) adalah penyakit yang sangat menular yang menyerang babi domestik dan liar, yang menyebabkan kerugian ekonomi dan produksi yang serius (kesakitan atau morbiditas dan kematian atau mortalitas pada ternak babi hingga dapat mencapai tingkat 100%).

Apakan penyebab penyakit ini ?

Penyakit ASF disebabkan oleh African Swine Fever Virus (ASFV) yang termasuk virus DNA dalam genus Asfivirus dari keluarga Asfarviridae yang juga menginfeksi kutu genus Ornithodoros

Negara mana yang sudah tertular penyakit ASF ?

Bulgaria

Hungaria Latvia Moldova Polandia Romania Russia Serbia Slovakia Ukraina Republik Rakyat China Korea Utara Korea Selatan Laos Myanmar Mongolia Kamboja Hongkong Filipina Vietnam Zimbabwe Afrika Selatan Jepang Timor Leste

Hewan apa saja yang dapat tertulat penyakit ini?

Apakah ciri-ciri babi tertular African Swine Fever?

Ciri-ciri atau gejala klinis babi tertular African Swine Fever:
Bentuk Akut: demam tinggi, depresi, nafsu makan menurun, perdarahan pada kulit (kemerahan pada telinga, perut dan kaki), keguguran pada babi bunting, cyanosis (kebiruan), muntah, diare dan kematian dalam waktu 6 – 13 hari (atau sampai 20 hari). Angka kematian bisa mencapai 100%.
Bentuk Subakut dan Kronis disebabkan oleh virus yang memiliki tingkat keganasan sedang atau rendah, yang menghasilkan intensitas gejala klinis kurang kuat dalam periode waktu yang lama. Angka kematian lebih rendah, namun masih berkisar 30 – 70%. Gejala klinis bentuk kronis termasuk penurunan berat badan, demam intermiten (naik-turun), gejala pernafasan, luka pada kulit kronis dan radang sendi.
Berbagai jenis babi mungkin memiliki kerentanan yang berbeda terhadap infeksi virus ASF. Babi liar Afrika dapat terinfeksi tanpa menunjukkan gejala klinis yang memungkinkan hewan tersebut dapat berperan sebagai hewan pembawa.


Bagaimana penyakit ini dapat menular ke babi peliharaan?

Penyakit ASF dapat menular ke babi peliharaan melalui:
  1. Kontak langsung dengan babi peliharaan lain atau babi liar yang terinfeksi;
  2. Kontak tidak langsung, melalui konsumsi bahan yang terkontaminasi (misal: limbah makanan, pakan, atau sampah);
  3. Fomites yang terkontaminasi, atau vektor biologis (kutu lunak dari genus Ornithodoros)

Apakah penyakit ini dapat menular ke manusia ?

Apabila saya mengkonsumsi daging babi yang menderita ASF apakah dapat menggangu kesehatan?

Apakah yang harus dilakukan jika ternak babi saya ada yang menunjukan gejala ASF?

Bagaimana cara melindungi ternak kami dari penularan penyakit ASF?

Apakah boleh membawa daging babi dan olahannya dari negara tertular ASF?