Laboratorium Uji Karantina Hewan
Dari Infokawan
JENIS SAMPEL
Darah
Untuk pengujian :
- Anthrax (dari pembuluh darah perifer), pengujian dilakukan dengan metode ulas darah.
- Theileriosis, pengujian dilakukan dengan metode ulas darah.
- Babesiosis, pengujian dilakukan dengan metode ulas darah.
- Anaplasmosis, pengujian dilakukan dengan metode ulas darah.
- Hemorrhagic Septicemia (dari pembuluh darah perifer), pengujian dilakukan dengan metode ulas darah.
Serum
Untuk pengujian :
- Brucellosis, pengujian dilakukan dengan metode Rose Bengal Test (RBT). Jika hasil positif dilanjutkan dengan metode Complement Fixation Test (CFT) dan Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA).
- Infectious Bovine Rhinotracheitis (IBR), pengujian dengan metode ELISA, Serum Neutralization Test (SNT). Jika hasil positif dilanjutkan dengan Polymerase Chain Reaction (PCR).
- Enzootic Bovine Leucosis (EBL), pengujian dengan metode ELISA, Agar Gel Immunodiffusion (AGID). Jika hasil positif
- dilanjutkan dengan PCR.
- Bovine Viral Diarrhea (BVD), pengujian dengan metode ELISA, Viral Neutralization Test (VNT).
- Paratuberculosis, pengujian dengan metode ELISA atau CFT. Jika hasil positif dilanjutkan dengan PCR dan kultur dari feses.
- Q-Fever, pengujian dengan metode indirect immunofluorescence (IFA), ELISA, dan CFT.
- Trichomonosis, pengujian dengan metode ELISA, PCR.
Feses
Untuk pengujian :
- Identifikasi cacing dan telur cacing.
- Paratuberculosis, pengujian metode pengujian kultur. Dilakukan jika hasil ELISA dan PCR positif.
Fetus/abortus
Untuk pengujian : Brucellosis (cairan uterus, plasenta, isi lambung fetus, paruparu fetus, kotiledon, atau limfoglandula), pengujian dengan metode kultur.