Uji Laboratorium Sarang Burung Walet
Dari Infokawan
UJI LABORATORIUM SARANG BURUNG WALET
Pemeriksaan kandungan nitrit dalam sarang walet Ekspor ke RRT dilakukan oleh petugas laboratorium karantina hewan pada Laboratorium yang telah ditunjuk.
PENGIRIMAN SAMPEL
Sampel yang dikirim harus bersifat komunikatif agar dapat dimengerti oleh petugas penguji di laboratorium, maka sampel perlu diberikan kelengkapan/informasi yang relevan. Dalam pengiriman harus memperhatikan aspek-aspek sebagai berikut :
- Sampel harus dikirim ke laboratorium secepat mungkin setelah pengambilan contoh, dan jika mungkin harus sampai ke laboratorium dalam waktu tidak lebih dari 24 jam setelah sampling.
- Sampel dari produk segar atau produk refigerasi harus ditransportasikan pada suhu 0–4 °C, dan pengujian dilakukan tidak lebih dari 24 jam setelah tiba di laboratorium.
- Sampel produk dalam kemasan yang sifatnya stabil atau awet harus ditransportasikan terlindung dari sinar matahari secara langsung, atau radiasi panas yang lain, dan sebaiknya diangkut pada suhu tidak melebihi 25 °C, dan pengujian dilakukan paling
- lama 3 hari setelah produk diterima. Untuk produk yang pecah kemasannya, maka disimpan dalam wadah plastik dan ditempatkan dalam refigerator bersuhu 0 – 4 °C.Pemeriksaan harus dilakukan secepat mungkin setelah tiba di laboratorium.
- Sampel dari produk kering harus ditransportasikan dalam wadah yang kedap uap air dan pada suhu tidak lebih dari 25 °C. Sampel ini harus dilindungi dari cahaya matahari langsung dan radiasi panas lainnya.
- Sampel yang dikirim dilengkapi dengan Surat Resmi Permohonan Pengujian dari perusahaan dan dilengkapi dengan
- • Identitas sampel yang meliputi:
- • Identitas rumah walet
- • Asal sampel
- • Nomor identifikasi/batch
JENIS PENGUJIAN
| 1. | Bahaya Biologi | |
| Total Mikroba | Total Plate Count
(TPC) | |
| Staphylococcus aureus | Kultur | |
| Koliform | Most Probable
Number (MPN) | |
| Escherichia coli | MPN dan Kultur | |
| Salmonella sp. | Kultur | |
| Listeria sp | Kultur | |
| Total Yeast and mold | Kultur | |
| 2. | Bahaya fisik (logam, kayu, dll) | Visual |
| Pemeriksaan Fisik | Visual / Organoleptik | |
| 3. | Bahaya Kimia | |
| Kadar Nitrit | Spektrofotometri /
HPLC/LCMS-MS |
JUMLAH SAMPEL YANG DIPERLUKAN
|}
UJI LABORATORIUM SAPI
JENIS SAMPEL
Darah
Untuk pengujian :
- Anthrax (dari pembuluh darah perifer), pengujian dilakukan dengan metode ulas darah.
- Theileriosis, pengujian dilakukan dengan metode ulas darah.
- Babesiosis, pengujian dilakukan dengan metode ulas darah.
- Anaplasmosis, pengujian dilakukan dengan metode ulas darah.
- Hemorrhagic Septicemia (dari pembuluh darah perifer), pengujian dilakukan dengan metode ulas darah.
Serum
Untuk pengujian :
- Brucellosis, pengujian dilakukan dengan metode Rose Bengal Test (RBT). Jika hasil positif dilanjutkan dengan metode Complement Fixation Test (CFT) dan Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA).
- Infectious Bovine Rhinotracheitis (IBR), pengujian dengan metode ELISA, Serum Neutralization Test (SNT). Jika hasil positif dilanjutkan dengan Polymerase Chain Reaction (PCR).
- Enzootic Bovine Leucosis (EBL), pengujian dengan metode ELISA, Agar Gel Immunodiffusion (AGID). Jika hasil positif
- dilanjutkan dengan PCR.
- Bovine Viral Diarrhea (BVD), pengujian dengan metode ELISA, Viral Neutralization Test (VNT).
- Paratuberculosis, pengujian dengan metode ELISA atau CFT. Jika hasil positif dilanjutkan dengan PCR dan kultur dari feses.
- Q-Fever, pengujian dengan metode indirect immunofluorescence (IFA), ELISA, dan CFT.
- Trichomonosis, pengujian dengan metode ELISA, PCR.
Feses
Untuk pengujian :
- Identifikasi cacing dan telur cacing.
- Paratuberculosis, pengujian metode pengujian kultur. Dilakukan jika hasil ELISA dan PCR positif.
Fetus/abortus
Untuk pengujian :
- Brucellosis (cairan uterus, plasenta, isi lambung fetus, paruparu fetus, kotiledon, atau limfogl
andula), pengujian dengan metode kultur.
Swab
Untuk pengujian :
- Trichomonosis (swab cervix), dengan metode mucous agglutination test.
Susu
Untuk pengujian :
- Brucellosis, dengan metode pengujian Milk Ring Test.
Kulit
Untuk pengujian:
- Tuberculosis, dengan metode pengujian tuberkulinasi (intradermal test) / delayed type hypersensitivity (DTH).
- Trichomonosis, dengan metode intradermal tricin test.
Cairan Oedema
Untuk pengujian:
- Hemorrhagic septicemia, dengan metode pengujian preparat ulas.
PROSEDUR PERMOHONAN PENGUJIAN LABORATORIUM

| PERMOHONAN | PEMBAYARAN | PENYERAHAN SAMPEL UJI | PENYERAHAN HASIL UJI | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| KONTER UTAMA | BENDAHARA PENERIMAAN | ADMINISTRASI LABORATORIUM | KONTER UTAMA | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Menunjukkan copy berkas permohonan pengujian.
|
WAKTU PENGUJIAN LABORATORIUM KARANTINA HEWAN
DAFTAR TARIF UJI LABORATORIUM
|