Tindakan

Bahan Asal Hewan (BAH)

Dari Infokawan

Revisi sejak 13 Juni 2019 14.30 oleh Sa (bicara | kontrib) (←Membuat halaman berisi '<p>Bahan Asal Hewan adalah bahan yang berasal dari hewan yang dapat diolah lebih lanjut.</p> <ol> <li>BAH Pangan <ul> <li>Daging hewan. Contoh: daging mamalia (termasu...')
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Bahan Asal Hewan adalah bahan yang berasal dari hewan yang dapat diolah lebih lanjut.

  1. BAH Pangan
    • Daging hewan. Contoh: daging mamalia (termasuk buntut, cingur, kikil, dan kulit): sapi, kuda, kambing, domba, babi, dsb.
    • Daging unggas. Contoh: daging unggas (termasuk kulit dan cakar): ayam, bebek, kalkun, dsb.
    • Susu. Contoh: susu sapi, susu kambing, susu kuda, dsb.
    • Telur konsumsi. Contoh: telur ayam, telur bebek, telur puyuh, dsb.
    • Madu dan bahan yang diperoleh dari lebah. Contoh: madu, royal jelly, nektar.
    • Sarang burung. Contoh: sarang burung walet, sarang burung sriti.
    • Jeroan untuk konsumsi. Contoh: hati, paru-paru, jantung, limpa, usus, ampela, ginjal.
  2. BAH Nonpangan
    • Kulit hewan besar. Contoh: kulit sapi, kulit kanguru, dsb.
    • Kulit hewan kecil. Contoh: kulit kambing, kulit domba, kulit babi, dsb.
    • Kulit satwa/reptil besar. Contoh: kulit buaya, kulit biawak, dsb.
    • Kulit satwa/reptil kecil. Contoh: kulit ular, kulit kijang, dsb.
    • Telur non-konsumsi. Contoh: telur bibit, telur tunas, telur SPF (specific pathogen free).
    • Bahan reproduksi. Contoh: semen, embrio, sel telur.
    • Tulang, kuku, tanduk, bulu, dan ikutannya. Contoh: tulang, kuku, tanduk, bulu, lemak, duck down, goose down, boiled briste, dsb.
    • BAH lain untuk pakan. Contoh: tulang sapi, daging kanguru, dsb.